Tampilkan postingan dengan label Cerita Bermakna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bermakna. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2009

Aku Tak Selalu Mendapatkan Apa Yang Aku Sukai

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.



Kata-kata diatas merupakan wujud syukur.
Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.
Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya.


Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda.

Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Kedua:
Yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.

Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu". Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini.
Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu."
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu ?" tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu".
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.
Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki.
Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.
Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga".

Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu.
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga.
Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan.

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif.Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.

Sumber: http://artikel-motivasi.blogspot.com

READ MORE...- Aku Tak Selalu Mendapatkan Apa Yang Aku Sukai

Kamis, 04 Juni 2009

Pemenang VS Pecundang

Seorang murid bertanya pada gurunya, "Guru apa yang harus kulakukan agar aku menjadi pemenang dalam kehidupan ini, bukan seorang pecundang?"
Sang guru menjawab, "Pelajari perbedaan antara keduanya.


Jika Pecundang selalu jadi bagian dari masalah, Pemenang selalu jadi bagian dari solusi.
Jika Pecundang akan selalu mempunyai alasan, Pemenang akan selalu punya program.
Jika Pecundang berkata, itu bukan pekerjaanku. Pemenang akan berkata, biar aku yang mengerjakan itu.
Jika Pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban, Pemenang melihat jawaban dari setiap persoalan.
Jika Pecundang melihat kesalahan dari setiap kebaikan, Pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata, itu mungkin untuk dikerjakan, tapi sulit. Pemenang akan berkata, itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan.

Kalau kau mau melakukan seluruh ciri-ciri Pemenang, Kaulah yang akan menjadi pemenang.
READ MORE...- Pemenang VS Pecundang

Kisah Sebuah Kerang

Alkisah terdapat sebuah kerang di tepi pantai, yang terkejut pada suatu hari, karena ada pasir laut berwarna putih yang terhempas masuk kedalam tubuhnya. Meskipun hanya butiran kecil saja, tetapi sang kerang merasa kesakitan. Dan rasa sakit itu datang terus menerus. Tetapi, adakah kerang yang kesakitan itu berteriak, menjerit, dan menyalahkan takdir buruknya?


Adakah dia mengutuk pemerintah, yang menang dalam pemilihan umum, bahwa pemerintah harus bertanggungjawab atas pasir yang terhempas kedalam tubuhnya?

Jawabannya adalah tidak. Sang kerang berpikir karena aku tak mampu mengeluarkan pasir itu. Maka aku harus bertahan, dan membuat pasir itu menjadi sesuatu yang berguna. Hingga suatu ketika, kerang tersebut telah sampai pada ajalnya untuk dimasak, direbus sebagai santapan manusia.

Andai saja kerang tahu, mungkin ia akan tersenyum, mengetahui pasir yang menyakitkannya saat itu telah berubah menjadi mutiara, yang berkilauan indahnya. Sang kerang telah mampu mengubah benda kecil yang menyakiti dirinya, menjuadi suatu yang indah pada akhirnya.

Kisah kerang diatas memberikan pelajaran pada kita semua. Mampukah kita berbuat hal yang sama??
READ MORE...- Kisah Sebuah Kerang